google-site-verification=6k49O0Boc1drQA3bg2BRCdbC2KqMDgoCWPBGhc7X_lM Kumpulan Puisi Cris Jata, Dari awal berjumpa hingga jadi tamu undangan ~ Mata Pena Kreatif
Langsung ke konten utama

Kumpulan Puisi Cris Jata, Dari awal berjumpa hingga jadi tamu undangan

 




Awal berjumpa

saling adu pandang, lalu tersenyum

lama memandang, akhirnya kasi salam

tatkala rasa cinta datang menggugat

ada sengketa hati dan perasaan


siapa yang menjadi sangsi

hadirnya dirimu tanpa permisi

ataukah diriku yang mencintaimu tanpa basa-basi

lantas kau memilih pergi

dan aku, kau kirimi amnesia yang tak bertepi


Kejam

Dunia semakin mengancam

tua muda saling menerkam

miskin kaya baku hantam

timbul amarah penuh dendam


Di televisi ribut soal pembunuhan

kami disini ribut menyoalkan tanaman

hama datang mencekam

tak pandang laknat atau alim


Teman semakin pelit

keluarga hanya memanfaat

anak-anak hanya bikin bangkrut

orang tua dahi mengkerut


Lalu, bagaimana dengan perut?

apakah hanya menunggu kentut

ataukah datang mengesim dan berlutut

pada tuan dan nyonya kaum berduit



Suara anak pinggiran

Pada pagi yang segar

ada semangat yang bugar

siap menyambut fajar

dengan harapan yang masih hambar


Kasih amunisi

dengan makanan bergizi

agar tubuh terisi

otak penuh konsentrasi


Meski tidak makan nasi

jangan malu apalagi gengsi

liat seperti politisi

meski banyak korupsi

buat diri seolah baik hati


Tamu Undangan

dulu, kau dan aku adalah kita

sekarang semua menjelma petaka

dahulu jalan bergandengan 

makan minum bersuapan


dulu, belanja barengan

setiap sore pesan gorengan

endingnya bikin hati ilang tujuan

suda lama jadian

orang lain yang bawa ke pelaminan




Penulis adalah alumni STKIP-PI Makassar, sekarang tinggal di kampung, suka menulis puisi, suka senja, dan sepi.














Komentar