google-site-verification=6k49O0Boc1drQA3bg2BRCdbC2KqMDgoCWPBGhc7X_lM Terciduk Rasa ~ Mata Pena Kreatif
Langsung ke konten utama

Terciduk Rasa

Gambar ilustrasi



Rasanya ingin aku blokir akun wa gadis itu. Bagaimana tidak, setiap hystori wa ku tak pernah satu pun ia lihat, dan chating ku tak pernah ia peduli untuk membalasnya.

Aku mendapatkan nomornya lewat sakah seorang senior kampus yang adalah partner ku. Untuk menambah kontak dan kenalan, aku pun menyimpan nomor gadis itu di android.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Aku belum pernah sepatah kata menyapa gadis itu. Gadis itu memang baik, dari cara berpose sudah bisa di tebak. Karena biasanya seorang wanita bisa di terawang wataknya lewat foto. Menurut persepsi ku.

Aku jujur rasa terpikat itu ada, ketika aku memandang style duduknya saat berpose, di tambah dengan pandangan matanya yang begitu tajam menghujat. Pada foto profil milik gadis itu. Diam-diam aku selalu mengintip history wa nya, tanpa ia sadari pula aku sempat scrensoot fotonya dan kemudian save di galeri androidku. Sungguh aku terpikat dengan gadis itu. Karena bagiku, dialah perasaan paling hangat ketika di musim dingin. Perasaan paling bersemi di musim gugur. Aku ingin bercengkrama bersamanya dalam mewujudkan impian. Aku ingin kami cepat bersua, mata kami saling menatap, jantung kami saling membalap, senyum kami saling melahap, hingga pada akhirnya hati kami saling menetap.

Aku menunggu dengan sekelumit harapan, semoga ia secepatnya sadar dan membalas chating ku, bahwa akulah orang yang selama ini mencintai dia dalam diam. Aku berdiri ragu memandang android yang telah aku goreskan sepenggal sajak ini buat mu. Semoga kamu pun membacanya agar aku semakin mudah untuk mendekabmu dalam angan, dan merangkulmu penuh cinta.

Komentar